Uncategorized

Laila & Secangkir Kopi

Malam berangsur dingin, terlebih angin hujan terus menghembuskan nafas panjangnya. Meski hujan telah usai. Hawa dingin masih selaras dengan panjangnya malam yang akan kulalui. Kopi yang kuseduh beberapa menit yang lalu tak lagi panas. Namun bara-bara keangkuhan cukup menghangatkan. Kepulan asap yang menari nari seirama hembusan angin sisa hujan. Sesekali kusesap kopi dalam cangkir putih yang tak […]

Laila & Secangkir Kopi Read More »

Cerpen | Lyra dan Toples Rindu

Malam ini secangkir kopi dan puntung-puntung inspirasi menemaniku merayakan sepi. Setidaknya aku tidak benar-benar sendiri. Dalam setiap kepulan asap dan aroma kopi yang kuhirup mengingatkanku pada semua hal tentangmu dan asaku yang tak pernah menemui takdirnya. Bercerita tentangmu adalah obat bagi ketidakwarasanku. Tiang listrik pukul 1 pagi adalah kawan terbaik yang selalu setia mendengarkan semua

Cerpen | Lyra dan Toples Rindu Read More »

Scroll to Top